Budidaya

Budidaya Jahe Agar Hasil Panen Melimpah Dan Berkualitas

×

Budidaya Jahe Agar Hasil Panen Melimpah Dan Berkualitas

Share this article

Jahe adalah tanaman herbal yang mudah dijumpai di Indonesia. Jenis tanaman ini banyak dibudidayakan para petani di Indonesia. Apalagi jahe sangat mudah ditanam di lahan terbuka dan media seperti polybag. Dalam melakukan budidaya jahe, masih banyak orang yang belum paham bagaimana caranya yang benar sehingga hasilnya pun tidak berkualitas. Lalu bagaimana cara budidaya jahe yang benar?

Cara Yang Tepat Dan Benar Untuk Budidaya Jahe

Budidaya jahe biasanya dilakukan di lahan terbuka apalagi jika jahe yang akan ditanam jumlahnya banyak. Nah, untuk langkah-langkah memulai penanaman jahe ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu :

  1. Pilihlah lahan yang cocok untuk ditanami jahe. Anda bisa melakukan pengecekan kesuburan tanah sehingga bagus untuk pertumbuhan jahe nantinya. Pilihlah tanah yang berhumus, memiliki aerasi udara lancar, dan tidak berkerikil.
  2. Lahan yang sudah dipersiapkan harus dibersihkan terlebih dahulu sehingga terbebas dari hama pengganggu tanaman.
  3. Gunakan jerami dan pupuk yang akan digunakan sebagai pupuk dasar di lahan yang sudah dibajak dengan kedalaman sekitar 25-35 cm. Diamkan selama satu minggu.
  4. Pilih bibit jahe yang kualitasnya baik dan sesuai dengan varietas yang diinginkan. Bibit unggul bisa Anda dapatkan langsung dari lahan atau kebun jahe yang sudah berusia tua 8-10 bulan. Bagian rimpang jahe yang diambil harus sehat, mulus, memiliki kulit yang sehat dan terbebas hama.
  5. Setelah mendapatkan bibit unggul, langkah selanjutnya adalah penyemaian bibit yang dilakukan sekitar 1-1,5 bulan. Langkah-langkah penyemaian yang bisa dilakukan diantaranya :
  • Keringkan rimpang jahe di tempat yang terkena paparan sinar matahari. Pastikan jangan terlalu kering.
  • Simpan rimpang yang sudah kering kurang lebih 1-1,5 bulan.
  • Jemur kembali selama sepertiga hari, namun potong terlebih dahulu menjadi 3-5 mata tunas.
  • Rendam bibit di dalam antibiotik sesuai dosis. Kemudian tiriskan bibit dan jemur.
  • Siapkan media semai. Anda bisa menggunakan kayu, sekam pagi atau abu gosok.
  • Lapisi kotak kayu bagian bawah dengan sekam padi, kemudian letakkan bibit diatasnya. Taburi bibit dengan sekam. Ulangi pelapisan padi, terakhir tutup dengan sekam.
  • Letakkan bibit di tempat yang teduh untuk melindungi bibit jahe dari panas atau hujan.
  • Saat bibit jahe sudah memunculkan tunas, pilihlah tunas terbaik
  1. Selanjutnya untuk proses penanaman dilakukan dengan membuat parit diatas bedengan. Letakkan bibit di parit dengan mata tunas menghadap keatas. Setelah itu tutup bibit dengan tanah dengan ketebalan kurang lebih 5 cm.

Baca juga : Budidaya Burung Puyuh yang sukses

Jahe selain sebagai rempah untuk memasak dan membuat minuman, jahe juga banyak dimanfaatkan untuk ramuan obat. Tanaman rimpang yang satu ini banyak khasiatnya dan mudah untuk di budidayakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *