tahu aci tegal, antara natajaya dengan pinggir jalan

tahu aci tegal, antara natajaya dengan pinggir jalan

Tahu aci Tegal, antara natajaya dengan pinggir jalan – Jika kalian berkunjung ke kota tegal maupun kabupaten tegal, tentunya akan banyak tempat wisata yang harus anda kunjungi seperti Guci yang sekarang tambah bagus dan beberapa menambah tempat wisata baru. Setelah kita berwisata ke kota lain, tentu ingin mencoba jajanan atau kuliner di kota tersebut. Di tegal ada banyak kuliner yang harus kalian coba mulai dari sate kambing yang berumur dibawah tiga bulan atau lima bulan. Siapa sih yang  tak kenal batibul. Para mentri  pun jika berkunjung ke tegal pasti meluangkan waktu untuk mencicipi hidangan sate kambing batibul. Ada lagi sate yang cukup terkenal sama dengan batibul yang terletak di kota tegal namanya sate wendys. yah sate wendys. Sama seperti batibul hanya saja di wendys menyajikannya dengan oplet agar selalu hangat dan tetap nikmat untuk di santap.

jika kalian melewati jalan utama kabupaten tegal, tepatnya di jalan sekitar talang, disitu ada soto sedap malam yang nikmat untuk dicicipi. Tegal banyak kuliner yang memang populer hingga youtuber kondang pun sudi mampir ke tegal untuk membuat konten. Namun disini kita akan membahas tahu aci.

siapa tak kenal tahu aci?

jajanan kuliner khas tegal yang sudah terkenal, berisi aci dan tahu kuning yang dibelah menjadi dua bagian kemudian pada daging tahu yang dibelah diberi adonan aci hingga menempel. kemudian digoreng, dan disantap dengan cabe atau tengis  agar lebih menikmati enaknya tahu aci.

tentu ada yang biasa dan ada yang luar biasa tahu aci ini. yang luar biasa adalah yang di jual di kios tahu murni banjaran dan tahu nata jaya di kota tegal. disitu banyak pelancong yang penasaran enaknya tahu aci khas tegal. disitu bisa dibeli yang sudah di goreng ataupun belum digoreng yang dapat dibawa pulang untuk mencoba goreng sendiri.

Perbedaan tahu aci murni dan tahu aci Pinggir jalan

jika kita menikmati tahu aci yang beli di kios tahu murni memang dari tahunya saja sudah enak dimakan. berbeda dari tahu kuning pada umumnya yang di jual di pasaran. menggorengnya pun pas sangat matang dan renyah. pada acinya tidak terlalu mulur atau kenyal namun masih tetep tujuan utama bagi para penikmat tahu aci khas tegal ini.

sedangkan tahu aci pinggir jalan banyak dijual sepanjang jalan di daerah tegal. dari tahunya sama seperti tahu kuning yang ada di pasar cuma berbeda pada acinya. kalau tahu aci pinggir jalan agak kenyal dan mulur. kalau saya sih untuk acinya suka dengan yang dijual di pinggir jalan. namun untuk tahunya masih enak tahu murni.

nah ngomong – ngomong masalah harga yah.. jelas tahu murni lebih mahal dibanding tahu aci pinggir jalan. jika kita beli tahu aci dipinggir jalan, kita beli sepuluh ribu saja sudah dapat banyak. berbeda dengan tahu aci murni, untuk tahu murni ini dijual per tahu acinya seharga seribu rupiah. bayangin jika beli sepuluh ribu di tahu murni cuma dapat 10 biji. namun jika beli di pinggir jalan kita bisa mendapatkan seplastik penuh.

ada loh yang lumayan enak yang mendekati tahu murni, hanya saja jualnya dimulai pukull 5 sore hingga 10 malam. ini dijual di pinggir jalan. namun tidak kalah enaknya dengan tahu murni. harganya pun lumayan lah dibawah tahu murni.

Baca Juga : Bisnis Percetakan lebih menjanjikan

jadi kalau kamu ke tegal ingin sekali beli tahu aci. ada banyak referensi namun yang pasti enak memang tahu murni atau nata jaya. atau mau coba bikin tahu aci sendiri? saya kasih resep sederhana membuat tahu aci 🙂

aku kasih videonya nih.. simak yah..

Bahan – bahan membuat tahu aci khas tegal

  • 5 buah tahu kuning
  • 7 sdm tepung sagu
  • 2 sdm tepung terigu
  • 1 lenjer daun bawang
  • 60 ml air
  • secukupnya Minyak goreng
  • Bumbu halus:
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • Bumbu pelengkap:
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt merica halus
  • Bahan cabe :
  • 4 buah cabe rawit
  • 1/4 kecap asin
  • 3 sdm kecap manis

untuk cara membuatnya bisa cari di cookpad di situ banyak resep – resep membuat jajanan khas daerah juga.

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *