Budidaya Udang Di Lahan Sempit Apakah Bisa? - Bangslem.id
Budidaya Udang Di Lahan Sempit Apakah Bisa?

Budidaya Udang Di Lahan Sempit Apakah Bisa?

Budidaya udang sebenarnya sangat mudah dilakukan, apalagi jika Anda sudah berbekal pengetahuan yang mencukupi sebelum mulai bisnis di bidang ini. Hal paling penting yang harus diperhatikan, Anda harus mengetahui apa saja jenis udang yang diklaim berpotensi untuk memudahkan proses budidaya. Jika Anda tidak memiliki lahan yang luas, manfaatkanlah ruang yang ada dengan cara budidaya berikut!

Langkah Mudah Budidaya Udang Di Lahan Yang Sempit Dan Terbatas

Meskipun dengan lahan terbatas dan sempit, budidaya udang masih bisa dilakukan secara maksimal. Yang penting manfaatkan saja lahan tersebut semaksimal mungkin. Nah, sberikut ini beberapa langkah dan tahapan untukĀ  melakukan budidaya udang!

  1. Pilihlah jenis udang yang berkualitas bagus dan berpotensi bisa dikembangkan dengan bagus di Indonesia. Jenis-jenis udang tersebut diantaranya udang galah, udang windu, dan udang vannamei.
  2. Syarat budidaya udang di lahan sempit terdiri dari :
  • Suhu air antara 26-30 derajat celcius. Usahakan airnya adalah air payau dengan salinitas air mencapai 33 ppt.
  • Media lahan yang dipakai harus bersih dan terbebas dari limbah yang dapat mencemari dalam proses budidaya udang.
  • Buatlah tempat budidaya berupa tambak dengan ukuran kecil ataupun kolam terpal agar menghemat tempat.
  • Agar Anda bisa memanen lebih banyak dalam jangka waktu setahun, usahakan Anda memiliki kolam lebih dari satu.
  • Gemburkan tanah dengan cangkul.
  • Setelah lahan disiapkan, biarkan selama kurang lebih 3-4 hari sampai nantinya tanah pecah-pecah dan kering.
  • Gunakan pupuk organik yang kering dengan tebal 5-10 cm untuk pengembalian kadar kesuburan tanah setelah dibiarkan selama 3 hari.
  • Masukkan air ke dalam tambak dengan ketinggian 10-25 cm.
  1. Pemilihan bibit udang harus bibit yang terlihat sehat, aktif dan tidak cacat.
  2. Siapkan kolam dengan menggunakan tambak-tambak kecil. Perhatikan debit air dan pH air sehingga habitat untuk udang sesuai dengan habitat asli. Buat selang untuk mengeluarkan dan mengganti air kolam.
  3. Penaburan bibit udang dilakukan dengan meletakkan bibit ke dalam wadah terisi air penuh kemudian goyangkan tempat bibit. Lihatlah pergerakan bibit udang, jika masih bergerak aktif bibit tersebut layak untuk dibudidayakan. Silahkan tebarkan bibit tersebut ke dalam kolam.
  4. Lakukan pengamatan secara intensif selama budidaya udang untuk deteksi dini terhadap beragam macam penyakit yang mungkin muncul.

Baca juga : Meningkatkan Hasil panen Budidaya Ikan Nila

Tidak perlu lahan yang terlalu luas sebenarnya untuk budidaya udang. Kamu bisa memanfaatkan lahan yang ada semaksimal mungkin. Jika memang skala budidaya belum begitu besar maka lahan yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Namun jika skala budidaya sudah sangat luas maka tentu lahan yang dibutuhkan harus diperbesar areanya.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *